Indonesian Football Handicap_Lottery App_The rules of baccarat_Crown Gaming_Bodog Sports Account Website

  • 时间:
  • 浏览:0

Pasangan yang haOnline cash casinorus Online cash casinomenghapaOnline cash casinol pancasila adalah Farid Ridwan (26) dan Dwi Setyaningsih (25) yang menyelenggaraOnline cash casinokan pernikahan di rumah Ngamijo (57) di daerah Pedukuhan Kedungpring, Kelurahan Giripeni, Kepanewon Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Sebelum melaksanakan ijab, mempelai pria dan wanita akan dites terlebih dahulu untuk mengucapkan pancasila. Alasannya demi memupuk rasa nasionalisme pada pengantin. Setelah mengucapkan pancasila barulah pernikahan dilanjutkan dengan sighat taklik atau pakta kesalingan Janji Suci Perkawinan.

Setelah mengucapkan pancasila, maka pasangan ini akan melangsungkan ijab kabul seperti pernikahan pada umumnya. Namun, ada lagi yang unik dari pernikahan ini karena ternyata ada sebuah bendera yang berada di pelaminan untuk melaksanakan upacara. Yak, layaknya upacara bendera hari Senin, ada sambutan dan pembukaan yang dilaksanakan di pernikahan ini. Para tamu undangan juga bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tak berhenti sampai sana, ada juga sesi mengheningkan cipta dengan lagu.

Selain inovasi berupa pembacaan pancasila dalam acara pernikahan, ternyata sebelumnya sudah ada pula beberapa kegiatan bermanfaat yang diterapkan sebagai bentuk inovasi dalam pernikahan layaknya mempelai yang harus membawa bibit pohon dan menanamnya. Ada juga yang membawa bibit ikan dan menyebarkannya ke sungai sebagai upaya dalam mewujudkan bentuk peduli lingkungan.

Mungkin pernikahan dengan beberapa syarat yang berlaku akan terkesan merepotkan, namun jika ditilik bisa jadi ada manfaat yang bisa didapatkan. Lagipula, kalau membaca pancasila sih masih bisa diusahakan ya, apalagi menikah kan hanya satu kali seumur hidup. Kalau menurut kamu bagaimana?

Belum selesai dengan dua hal di atas, baru-baru ini ternyata ada berita bahwa sepasang pengantin di Kulon Progo harus mengucapkan pancasila sebagi syarat menikah lo. Hal ini disebut sebagai ‘inovasi’ oleh kepala KUA. Selengkapnya, simak yuk ceritanya di bawah ini!

Tujuan di atas membuat pihak KUA ingin berinovasi untuk memberlakukan wajib hapal pancasila ini sebagai syarat pernikahan. Tak hanya didukung pihak KUA, selain tamu undangan dari pengantin, ternyata datang pula tamu-tamu dari Polsek, Koramil, dan juga dari kelurahan yang mengenakan pakaian dinas.

Dilansir dari Kompas, ketua Kantor Urusan Agama Kapanewon, Wates, Zamroni mengatakan bahwa tujuan utama dari pembacaan pancasila ini adalah memupuk rasa nasionalisme serta cinta tanah air. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk menjunjung persatuan dan kesatuan, bangga dengan adanya perbedaan, dan religius serta kebersamaan umat. Diharapkan juga supaya hal ini bisa menangkas radikalisme, intoleransi, serta terorisme.

Pasangan yang akan menikah di tahun 2020 sepertinya harus siap-siap sering mengelus dada karena banyaknya tahapan yang harus dilakukan. Hal ini perlu digarisbawahi sejak adanya kabar bahwa akan diadakannya kelas pranikah selama 3 bulan. Masih menuai pro dan kontra, di Jawa Timur ada juga aturan yang sudah dilakukan secara berkala agar pasangan melaksanakan tes narkoba sebagai syarat pernikahan.