Crown Football Betting Network_Texas Hold'em Online_Gambling platform_American Lottery_William Hill

  • 时间:
  • 浏览:0

Umur seKnow the rules of TexKnow the rules of Texas HolKnow the rules of Texas Hold'emd'emas Hold'emgitu kKnow the rules of Texas Hold'emok masih nganggur? Nggak malu ya?

Tantangan yang terbesar manusia sebenarnya ada di dalam dirinya sendiri, salah satunya rasa-rasa tak adil dengan ketetapan Sang Pencipta. Sebab, kamu merasa sudah siang malam berdoa dan berusaha dengan sepenuh tenaga. Namun apa yang kamu minta belum juga terkabulkan. Sebenarnya perasaan itu manusiawi. Tapi tetap saja harus kamu coba hilangkan, karena perasaan ini bisa saja jadi bumerang yang merusak hubunganmu dengan Sang Pnecipta, atau mungkin buatmu putus asa.

Semakin berat lagi saat kamu melihat teman-teman sepantaranmu yang sudah memulai beranjak mapan soal karier ataupun finasial. Tak berhenti di sana, ada kalanya status pengangguran jadi semakin berat, saat beberapa hal ada di bawah ini malang melintang seenaknya di hidupmu.

Karena masih belum memiliki pekerjaan yang menghidupi, mau tak mau kamu pun sesekali harus menerima uluran bantuan dari orangtuamu, sepetti uang saku bulanan mungkin. Karena memang uang saku itu yang mendukung berbagai aktivitasmu, termasuk mencari pekerjaan dan wawancara dari satu perusahan ke perusahaan yang lain. Kalau ditanya malu atau tidak, ya jawabannya jelas malu. Biar bagaimanapun di usia 25 ini harusnya kamu tak lagi meminta, tapi membantu orangtua untuk mencukupi kebutuhan mereka.

Toh, meskipun di umur 25-an belum dapat kerja dan masih tinggal dengan orangtua, menyerah jangan sampai jadi jalan akhirnya. Karena mau sederas apapun hujan yang datang, suatu saat itu pasti akan berhenti. Dan anggap saja tantangan atau cobaan ini seperti hujan yang pasti akan berhenti kelak.

Manusia memang tak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain di sekitarnya. Sebagai makhluk sosial tersebut, kehadiran orang lain jelas ikut memberikan andil dalam kehidupanmu. Termasuk pandangan serta omongan meremehkan dari mereka. Di saat kamu tengah berusaha mencari kerja, mereka dengan entengnya meremehkan dirimu karena masih saja ikut orangtua. Mereka seakan tak mau tahu bahwa sebenarnya kamu sudah mati-matian berjuang demi mendapatkan pekerjaan.

Umur 25, biarpun sekolah sudah selesai, bukan berarti kebutuhan hidupmu berkurang karena tak perlu bayar biaya-biaya pendidikan. Justru pertambahan usia berbanding lurus dengan kebutuhan hidup. Apalagi kalau kamu punya rencana ingin menikah di usia muda. Duh, bagaimana bisa membangun rumah tangga, kalau pekerjaan saja belum punya? Mau menikah pakai apa?! Belum lagi hasrat ingin seperti temanmu yang lain, yang bisa nongkrong atau jalan-jalan di akhir pekan pun sulit untuk dihindari.

Di usiamu yang sekarang, kebanyakan dari teman-temanmu sudah memiliki pekerjaan atau bahkan karir yang lumayan. Kamu pun kadang merasa iri dengan pencapaian mereka. Selain itu, karena masa mencari pekerjaanmu sudah terlalu lama, orangtuamu pun sudah sampai mengeluarkanm kode-kode halus untukmu. Mulai dari menceritakan anak temannya, sampai membandingkanmu dengan teman-temanmu yang sudah pada bekerja. Meskipun kode-kode tersebut bermaksud menyindir, tapi buatmu jadi terpantik semangatnya untuk terus berusaha.

Belum juga mendapatkan pekerjaan, buatmu kerap merasakan keresahan sendiri. Umur sudah matang dan seharusnya sudah punya pengalaman kerja, namun kamu belum punya apa-apa. Masih saja di rumah mencari-cari lowongan pekerjaan yang ada. Sempat terbesit di pikiranmu, bagaimana kalau keadaan ini berlanjut sampai waktu yang tak bisa kamu pastikan. Lalu bagaimana pula dengan rencana masa depan yang sudah kamu susun beberapa waktu yang lalu, yang perlahan-lahan justru mundur dari jangka waktunya.

Buatmu merasa kecewa dengan diri sendiri. Tapi sayang kekecewaan justru buatmu semakin terpuruk dan benci dengan dirimu sendiri.

Bukannya tak mau hidup mandiri, tapi memang keadaannya belum mendukungmu untuk melakukan hal itu. Pekerjaan saja masih dicari. sementara mau buka usaha sendiri kamu tak punya cukup modal. Lalu kamu harus bagaimana? meratapi keadaan pun tak ada gunanya sama sekali. Mungkin memang Tuhan ingin kamu lebih bersabar dan berjuang lagi.

Begitulah hidup, kadang berjalan tak sesuai dengan keinginan kita, kamu dan siapa saja. Apa yang kamu susun dan rencanakan dari dulu, pasti ada saja yang belum jadi kenyataan sampai sekarang. Salah satunya soal pekerjaan, entah kenapa di usia yang sudah hampir seperempat abad ini, kamu masih saja belum mendapatkannya. Padahal usahamu pun tak kurang-kurang, apalagi dengan gelar sarjana yang kamu sandang.