Football odds_Indonesian gambling_The only way to win baccarat_Malaysia Gambling Network

  • 时间:
  • 浏览:0

BBaccarat Baccarat planplanaccarat planapBaccarat planlikasi asal Cina ini ternBaccarat planyata nggak cuma populer di Indonesia aja lho, tapi juga di Asia Tenggara. Dan secara global, Tik Tok udah diunggah lebih dari 10 juta pengguna dengan rating 4.5 di Google Play! Indonesia sendiri rupanya jadi negara nomor 1 di Asia Tenggara dengan pengguna Tik Tok terbesar, diikuti Thailand di posisi 2, dan Kamboja di posisi 3. Tapi, sekalipun Tik Tok ini udah mendunia dan dipakai sama jutaan orang, ternyata image-nya juga nggak bagus-bagus banget lho. Bahkan cenderung buruk dan diremehkan, khususnya di Indonesia. Hipwee News & Feature udah merangkum beberapa alasan di baliknya nih. Kamu yang anak Tik Tok, kuy simak~

Apalagi Tik Tok ini udah kayak menciptakan lingkaran tak berujung gitu. Singkatnya begini: orang bikin video Tik Tok nggak jelas — viral — terkenal — orang lain latah — viral juga — terkenal. Begitu seterusnya. Jadi yang terkenal ya videonya gitu-gitu aja.

Padahal ya usia-usia seperti mereka harusnya disibukkan sama hal-hal lebih berguna buat masa depan, belajar atau les musik kek, dan banyak lainnya. Kreatif sih boleh aja, terlebih tujuan Tik Tok dibuat ya memang buat mengasah kreativitas anak muda dengan membuat video-video unik. Tapi sepertinya di Indonesia, kita udah salah mengartikan “unik” ini ya?

Mau pagi, siang, sore, atau malam, media sosial kita sekarang udah banyak dipenuhi video-video Tik Tok. Iya, aplikasi hits mirip Musically itu. Entah udah berapa banyak video dari aplikasi tersebut yang viral di dunia maya. Dari yang bener-bener kreatif, sampai yang super nggak jelas. Mayoritas mereka yang bergaya di depan kamera itu adalah bocah-bocah di bawah umur. Bahkan nggak jarang juga kita temui sepasang bocah cowok dan cewek yang berlagak seperti orang dewasa, memeragakan video klip, lengkap dengan backsound lagu-lagu cinta.

Meski nggak sedikit yang nyinyirin Tik Tok, tapi ternyata ada juga video-video inspiratif dari sana, kayak video orang India yang memanfaatkan teknik editing tingkat dewa ini.

Memang sih, kita tuh juga perlu konten berbau hiburan biar hidup nggak kaku-kaku amat. Tapi kalau terlalu banyak juga malah bikin bosan. Kalau tiap hari yang ditonton video macam begitu, bukannya nambah pengetahuan justru kita nggak bisa berkembang lho. Kan sedih kalau anak-anak muda di negara lain sibuk bikin eksperimen ilmiah, eh, kita di sini malah sibuk nontonin video Tik Tok yang nggak jelas.

Ada juga yang membakar tangannya sambil bilang, “Menyukai videoku sama dengan mendoakanku sembuh”. Lebih parah lagi, nggak sedikit juga yang rela mengekspos tubuhnya untuk dinikmati orang lain, demi likes doang